Sapiya (8), Garut.
Terlahir dengan kondisi daksa dan ditinggalkan ayah sejak dalam kandungan , Sapiya belum pernah merasakan bangku sekolah. Bukan karena ia tak ingin tapi karena keadaan belum berpihak.
Setiap pagi, ia hanya melihat ibunya, seorang buruh tani, pergi ke sawah untuk bertahan hidup.
Di rumah, Sapiya sering berimajinasi memanggil “Ibu Guru”. Kerinduan sederhana yang belum sempat ia rasakan.
“Aku mau sekolah, tapi harus melewati jalan bebatuan pakai lututku.”
Kini, harapan itu mulai menemukan jalan. Dengan bantuan kaki palsu, Sapiya perlahan bisa melangkah lebih dekat pada mimpinya.
Yuk Bantu Wujudkan Kaki Palsu untuk Sapiya, Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kaki palsu Sapiya dan penyandang disabilitas lainnya.
#kakikukinikembali #visimahakarya #tunadaksa #disabilitas #kakipalsu